Lembaga Tes TOEFL ITP Resmi di Makassar

toefl Belakangan ini peminat untuk mengambil kursus TOEFL (Test of English as a Foreign Langugae) semakin meningkat. Itu karena seiring banyaknya peluang untuk melanjutkan study baik untuk jenjang master maupun doktor (Ph.D) di luar negeri khususnya english-speaking country.  Bahkan kini beberapa kampus dalam negeri juga menyaratkan skor TOEFL minimal bagi calon mahasiswa pasca sarjananya. Jika skor TOEFL minimal (biasanya 500) tidak terpenuhi maka tidak akan lulus seleksi masuk perguruan tinggi yang bersangkutan. Melihat peluang yang besar ini, lembaga-lembaga kursus Bahasa Inggris pun berlomba-lomba untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang berminat belajar TOEFL.  Mulai dari kursus TOEFL berbiaya murah, try out TOEFL secara berkala hingga mengadakan tes TOEFL resmi. Namun ternyata tak semua lembaga kursus memiliki hak untuk mengadakan tes TOEFL resmi. Jika sebuah lembaga kursus hendak mengadakan tes TOEFL resmi, lembaga kursus tersebut harus sudah ditunjuk oleh ETS ebagai pemegang hak paten TOEFL.  Nah khusus untuk di kota Makassar, Sulawesi Selatan, beriktut  nama lembaga kursus atau lembaga Bahasa yang berhak untuk mengdakan tes TOEFL resmi (official TOEFL ITP test).

  • Pusat Bahasa (PB)  Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.  Lembaga ini merupakan lembaga bahasa miliki UNHAS. Berkantor di kampus UNHAS Jl. Perintis Kemerdakaan Tamalanrea. Biasanya PB UNHAS menggelar tes TOEFL resmi tergantung dari banyaknya peminat yang mendaftar untuk tes. Jika peminat sudah mencapai minimal 30 orang, tes sudah bisa dilakasanakan. Biaya tes TOEFL resmi di UNHAS sebesar Rp. 450.000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah).
  • Pusat Bahasa (PB) Universitas Negeri Makassar (UNM). Sama seperti PB UNHAS, lembaga bahasa ini miliki UNM. Berkantor di Kampus UNM Makassar. Biaya tes TOEFL resmi di PB UNM kisaran Rp. 350.000- Rp. 450.000,-
  • English Language Centre (ELC) Makassar. Yang saya ketahui, hanya ELC satu-satunya lembagakursus Bahasa Inggris yang berhak mengadakan tes TOEFL ITP resmi di Makassar. Saya sendiri juga waktu hendak apply beasiswa keluar negeri  beberapa waktu lalu, tes TOEFL ITP di lembaga ini. di Makassar ada dua kantor ELC. Satu kantor pusat di Jl. Lamadukeleng Makassar dan satu kantor cabang di Jl. A.P Pettarani.  Biaya tes di ELC sebesar Rp. 400.000,-

Selain ketiga lembaga ini, sertifikat TOEFL dari lembaga manapun tidak akan diterima jika kita hendak mengapply scholarship ke luar negeri. Karena ada juga lembaga kursus yang hendak menraup keuntungan dengan menjual program TOEFL dan mengadakan tes TOEFL resmi versi mereka masing-masing yang tidak diakui ETS. Sebagai tambahan, selain mengadakan tes TOEFL resmi, ketiga lembaga diatas juga mempunyai kelas pelatihan TOEFL berbayar, dan juga menerima penerjemahan dokumen resmi  seperti  ijazah, sertifikat, dll dari Bahasa Indonesia-Inggris atau Inggris-Bahasa Indonesia. Biaya penerjemahan dokumen resmi sebesar Rp. 50.000-60.000 per lembar jadi selama seminggu. Jika layanan express tiga hari biayanya sebesar Rp. 60.000- 80.000, per lembar/halamana. Namun saya tentu dengan senang hati bila teman-teman pembaca menambah, mengoreksi, ataupun memberikan informasi tambahan terkait lembaga resmi yang berhak mengdakan tes TOEFL resmi di Makassar selain tiga lembaga diatas. Thanks a bunch!

Mr. Stanis yang Bersahaja

Mr. Stanislaus Sandarupa (foto Kompas)
Mr. Stanislaus Sandarupa (foto Kompas)

Kita semua tentu memiliki sosok yang kita kagumi. Entah karena kepakarannya dibidang tertentu atau karena satu dan dua hal yang lain. Bisa jadi sosok yang kita kagumi itu adalah orang yang biasa saja, tak memiliki jabatan apapun, seorang menteri, presiden, ilmuwan, gubernur, bupati, dosen, kepala desa, artis, atau bahkan orang tua kita sendri, ayah dan bunda. Bisa juga para Nabi yang menjadi penuntun jalan hidup dan berkehidupan kita hingga hari ini.

Saya sendiri memilki beberapa sosok yang saya sebut para inspirator. Ada mantan menteri, motivator, petualang, dosen, penulis bahkan teman kampus dan di komunitas serta organisasi. Ada yang saya kagumi karena lika-liku hidup mereka yang mengharu biru hingga mencapai kesuksesan, ada juga yang saya kagumi hanya karena satu hal yang mungkin sederhana, karena dia sederhana dalam kemapanan. Sederhana dalam kemapanan intelektual, bersahaja walau berlimpah materi.Tak pernah pongah walau dia berhak untuk melakukan itu.

Yah, alasan itu juga lah yang membuat saya kagum dengan sosok Bapak satu ini.

Kami memanggilnya Pak Stanis. Sering juga Mr. Stanis. Seorang dosen yang berpenampilan sederhana. Stelan favoritnya adalah kemeja polos, kadang juga kotak-kotak, dan celana panjang Emba. Untuk alat komunikasi, ia memilih Nokia ‘batu’ yang entah keluaran tahun berapa . sangat jadul. Benar-benar sebuah HP kusam. Tas? Bukan tas jinjing atau ransel ala professional. Melainkan sebuah ransel kecil lusuh yang entah dibeli tahun berapa.

Di jususan Sastra Inggris kampus merah, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar ia mengampu beberapa mata kuliah yang merupakan kepakarannya. Dasar-dasar Filsafat, Logika, Semiotika, Antropolingiustik, dan beberapa mata kuliah linguistic dan kesusastraan lainnya termasuk beberapa mata kuliah pilihan seperti Bahasa Latin yang ia kuasai dengan baik, lisan dan tulisan.

Sekilas Nampak dari luar, tak akan ada yang istimewa dari sosoknya yang bersahaja itu. Namun sesungguhnya ia adalah bagaikan setumpuk kamus dan ratusan judul buku yang berjalan. Sangat cerdas. Seorang peneliti, budayawan, dan juga flisuf mungkin. Ia menghabiskan separuh hidupnya untuk meneliti budaya Toraja di Sulawesi Selatan. Ia masuk keluar pedalaman Toraja untuk menyelami makna yang terkandung dalam beberapa upacara adat. Karena kefasihannya berbahasa Inggris, Perancis, dan Bahasa Latin, bahasa ritual budaya Toraja diterjemahkannya demi kelangsungan budaya Toraja.

Ia lah yang menrjemahkan beberapa film dokumenter tentang beberapa ritual adat di Toraja ke bahasa Inggris untuk TV5 Perancis (1996). Ia juga pernah menerjemahkan sekitar 20 film selama sebulan dengan upah 200 dollar AS per hari.

Tak heran bila Harian nasional Kompas pernah memuat sosoknya di rubrik ‘Sosok’ koran itu dengan judul “Juru Kunci Tanah Toraja”. Sebuah julukan yang menggambarkan segala hal tentang Toraja ada apada dirinya dan mengalir bersama darahnya. Tittle akademik tertingginya adalah Dr (doktor), yang ia gondol dari University Chicago Amerika Serikat berkat beasiswa Ford Foundation pada tahun 1993. Sedangkan gelas masternya juga diperoleh dari kampus yang sama tapi melalui beasiswa Fullbright pada tahun 1989. Dan sarjana S1-nya diperoleh dari Sastra Inggris, Universitas Hasanuddin. Namun oleh koleganya sesama dosen di UNHAS ia seringkali dipanggil ‘Prof’. Sebuah panggilan ia elak dengan senyum sembari berujar, “ah, saya bukan dan belum profesor’.