Cerita KKN (5); Alhamdulillah, Bocah-bocah Mangilu Antusias Belajar English dan Mengaji

Mia bersama bocah-bocah TPA-nya. Antusias
Mia bersama bocah-bocah TPA-nya. Antusias

Selain menyusun program kerja untuk warga desa, kami juga membuat program kerja untuk anak sekolah. Di Desa Mangilu memang terdapat beberapa sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk siswa SD, selain mengajar Bahasa Inggris di sekolah mereka, kami juga membuka kelas mengaji sore harinya di posko. Alhasil, saban sore, posko selalu ramai dengan suara bocah-bocah ini mengeja huruf hijjaiyah.

Mia, akhwat ekonomi yang menggawangi program ini menjalankan perannya dengan sangat baik.

***

Pekan Kedua Maret 2012.

Puas dan bahagia. Dua kata itu mungkin tepat untuk menggambarkan perasaan awak posko KKN Desa Mangilu ketika melihat antusiasme anak-anak SD Mangilu belajar bahasa Inggris dan mengaji. Senin pagi kemarin  (12/03), Farrah yang mendapat job mengajar bahasa Inggris di SDN 32 Sela, satu dari empat SD yang direncanakan untuk diajarkan bahasa Inggris, mendapat sambutan hangat dari siswa kelas IV dan V. Dibantu oleh awak posko yang lain, Farrah bisa memantik semangat bocah-bocah sepuluha tahunan itu untuk bercas-cis-cus ala bule. Mulai dari materi tentang nama bulan, hewan, pohon keluarga, nama-nama buahan, hingga perkelanan diri. Satu setengah jam waktu belajar yang dialokasikanpun ternyata tak cukup untuk menemani adik-adik kecil ini bercakap English.

Mungkin karena sudah memiliki dasar dalam perbendaharaan kosa kata, sehingga sepanjang proses pembelajaran,, mereka bisa dengan mudah memahami materi yang diberikan Farrah. Aura ceria, antusias, dan senang terpancar dari wajah-wajah polos generasi cilik Desa Mangilu ini. Bahkan diluar dugaan, diakhir pelajaran mereka mempersembahkan dance ala boyband untuk awak posko KKN Unhas

Sontak saja Ode, Ale, Mia, Fadel, Farra dan Boe kaget dan surprised. Entah darimana anak-anak ingusan ini belajar dance patah-patah ala boyband. Untuk ukuran anak berusia sepuluh tahun, hafalan lirik lagu dan dance mereka terbilang sempurna. Seandainya diiringi musik benaran, kelas bahasa Inggris kemarin mungkin layaknya kelas audisi boyband. Siswa cowok dan cewek bergantian tampil membawakan lagu-lagu hits boyband dan girlband teranyar lengkap dengan gerakan dancenya.

Sedang sore harinya, Mia yang mendapat giliran mengajar mengaji dan pemahaman keislaman, juga mendapat sambutan yang sama luar biasanya. Sekitar dua puluhan bocah-bocah Sela dan sekitarnya memenuhi ruangan tamu posko KKN Unhas dilantai dua rumah Bapak Kepala Dusun Sela.

Suara gemuruh kor mereka dalam melafalkan huruf-huruf hijjaiyah membuat suasana posko yang pada sore hari sebelumnya hening dan sepi, sore kemarin berubah riuh dan ramai. Mia berhasil memediasi antusiasme mereka dengan pelajaran agama yang tentu saja akan menjadi bekal dan panduan mereka dalam berkehidupan kelak ketika mereka sudah beranjak dewasa.

Sambutan hangat serta antusiasme mereka tentunya menjadi modal bagi awak posko KKN Unhas Mangilu untuk tetap memberikan dan mempersembahkan yang terbaik selama ber-KKN di Desa Mangilu. Semua itu semata pengabdian pada pertiwi yang kita cinta dan untuk masyarakat dan generasi yang merindukan perubahan.(*)

2 thoughts on “Cerita KKN (5); Alhamdulillah, Bocah-bocah Mangilu Antusias Belajar English dan Mengaji

  1. buat mahasiswa unhas yang telah menjalani kegiatan selama KKN d desa mangilu khususnya yang mmpunyai posko d rumah pak dusun sela nenek saya terimah kasih banyak telah berpartisipasi demi kemajuan khususnya d kampung sela. Kalian telah mengukir sesuatu yang sngat berarti untuk warga kampung kami. Saya yang mewakili keluarga pak dusun sela serta anak2 sela mengucapkan banyak terimah kasih. Semoga kakak sekalian berhasil dan selalu d beri kemudahan dlm menjalani kegiatan. Dan jka berkenang kami menunggu kakak2 mahasiswa d kampung sela. Kangeeeeeeeeeennnn.

  2. Wah, trimakasih banyak atas apresiasinya. Kami juga sangat berterimakasih, warga Mangilu menerima kami dengan baik. Pak Dusun seperti sosok Ayah bagi kami semua. Banyak kenangan dan cerita selama hampir dua bulan di desa penghasil marmer ini.
    Lama juga tak mengunjunginya, rindu tentu. Semoga dalam waktu dekat bisa kesana lagi. Salam hangat selalu ya. Sukses senantiasa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s