Selamat Jalan, Prof Stan! Rest in Peace!

Bapak Stanislaus Sandarupa, Ph.D. Saat saya menulis sosoknya berikut di tahun 2012 silam, ia belum bergelar profesor. Ia baru diangkat jadi guru besar antropolinguistik UNHAS pada 1 Maret 2015.

Sepanjang hari ini, Senin 18/01/2016, berita tentang kepulangannya beredar di timeline fesbuk para sahabat, bapak/ibu dosen di UNHAS, dan kawan-kawan yang pernah menjadi mahasiswanya.

Hari ini, ia pulang menuju keabadian. Sebuah kehilangan yang sungguh bagi kami, bekas mahasiswanya, dan tentu saja bagi UNHAS, tempat segala ilmu dan pengabdiannya terhadap penelitian dicurahkan.

Selamat jalan, Prof.
Kami senantiasa mengenangmu sebagai guru terbaik!
Rest in Peace!

Mr. Stanislaus Sandarupa (foto Kompas) Mr. Stanislaus Sandarupa (foto Kompas)

Kita semua tentu memiliki sosok yang kita kagumi. Entah karena kepakarannya dibidang tertentu atau karena satu dan dua hal yang lain. Bisa jadi sosok yang kita kagumi itu adalah orang yang biasa saja, tak memiliki jabatan apapun, seorang menteri, presiden, ilmuwan, gubernur, bupati, dosen, kepala desa, artis, atau bahkan orang tua kita sendri, ayah dan bunda. Bisa juga para Nabi yang menjadi penuntun jalan hidup dan berkehidupan kita hingga hari ini.

Saya sendiri memilki beberapa sosok yang saya sebut para inspirator. Ada mantan menteri, motivator, petualang, dosen, penulis bahkan teman kampus dan di komunitas serta organisasi. Ada yang saya kagumi karena lika-liku hidup mereka yang mengharu biru hingga mencapai kesuksesan, ada juga yang saya kagumi hanya karena satu hal yang mungkin sederhana, karena dia sederhana dalam kemapanan. Sederhana dalam kemapanan intelektual, bersahaja walau berlimpah materi.Tak pernah pongah walau dia berhak untuk melakukan itu.

Yah, alasan…

View original post 341 more words